Breaking News :
WEB UTAMA
Harga Batu Bara Turun di Tengah Peningkatan Ambisi Energi Terbarukan India

Harga Batu Bara Turun di Tengah Peningkatan Ambisi Energi Terbarukan India

Pasar global mengalami dinamika baru dalam sektor energi. Pada 2 April 2025, harga batu bara tercatat sebesar US$105 per ton, turun 2,23% dari penutupan sebelumnya yang mencapai US$107,4 per ton.

Penurunan ini terjadi setelah tren penguatan harga batu bara selama lima hari beruntun. 

Perubahan harga ini tidak lepas dari langkah-langkah strategis beberapa negara dalam mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan, terutama India yang kini semakin bold meningkatkan kapasitas energi hijau.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, baru-baru ini menegaskan ambisi besarnya untuk menggandakan kapasitas energi terbarukan di negara tersebut. 

Dalam pidatonya di konferensi India Energy Week 2025 di New Delhi, Modi menyampaikan target peningkatan pembangkitan energi terbarukan hingga setidaknya 500 GW. 
Harga Batu Bara Turun/(ilustrasi/@pixabay)

Dalam pidatonya, Modi menguraikan lima pilar utama, yaitu ketersediaan sumber daya, tenaga kerja terampil, kekuatan ekonomi, stabilitas politik, dan geografi strategis sebagai fondasi utama untuk mencapai target ambisius tersebut. 

Kebijakan ini semakin didukung oleh fakta bahwa India kini merupakan penghasil tenaga surya terbesar ketiga di dunia, dengan kapasitas terpasang melampaui 100 GW.

Kenaikan kapasitas energi terbarukan di India secara langsung mempengaruhi permintaan batu bara, yang selama ini menjadi andalan pembangkit listrik di banyak negara. 

Dengan investasi besar pada sektor tenaga surya dan energi hijau, negara-negara mulai mengalihkan fokus dari energi fosil. 

Data pemerintah menunjukkan peningkatan kapasitas sektor tenaga surya sebesar 3.450% dalam dekade terakhir, dari hanya 2,82 GW pada tahun 2014 menjadi lebih dari 100 GW. 

Langkah ini secara tidak langsung menekan permintaan batu bara, sehingga harga turun walaupun sebelumnya terjadi tren penguatan. 

Penurunan harga batu bara ini menjadi indikator pergeseran pasar global yang semakin mendukung sumber energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Dengan semakin galaknya inovasi dan investasi dalam energi terbarukan, para pelaku pasar diprediksi akan terus menyesuaikan strategi bisnis mereka. 


Meskipun harga batu bara mengalami depresiasi, pergeseran paradigma energi global menjadi tantangan dan peluang baru bagi sektor industri batu bara di masa depan.(*)
BERITA TERKINI
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar